Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.UOCpYuot.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.UOCpYuot.dpufv
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupikir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Rembulan emas menari melambai gemulai..
Perlahan awan berarak menutupi kilaunya…
Hembusan angin barat menambah kelam suasana…
Lengkaplah sudah suasana senyap sendiri….
Sejenak ku berpindah ke sudut ruang redup..
Kupiir seribu kali tentang kebenaran rasa ini…
Tak ada yang mengusahakan…
Kenapa harus ada….
Rasa yang seharusnya tak pernah ada…
Karena keberadaanya jatuh di bumi yang salah..
Bersemi di musim yang tak semestinya…
Dan mekar mengembang terlambat tak selayaknya…
Mencoba bermain ria dengan fantasi..
Mengabaikan tentang kenyataan..
Siapa saya …siapa kamu…
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/01/puisi-cinta-terlarang.html#sthash.xsN9os3r.dpuf
Capital of the province is Palangka Raya. This city is in the centre
from the all districts in the province. There is no so much different
level of the development stages between the province and the districts;
instead many of districts have been able to achieve a relatively bigger
progress of development than the province, such as district of
Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat and Barito Utara. This is caused
by the leading position of Palangka Raya in the centre of province to
bring about better simultaneous growing stages to the hinterland areas.
Nowadays, inhabitants of this province are only about 12 person per
square kilometers and they are multi ethnic and multi cultural from all
over Indonesian. However the first native inhabitant is the Dayak
tribes.
Palangka Raya is a small city that has been created from nothing, as a
result of grand design of Republic of Indonesia in the earlier time of
Indonesian independence. The city was erected by the first President of
Indonesia, Mr. Soekarno in togetherness with Mr. Tjilik Riwut and the
local leaders of native people of Dayak. However, the city has been
built hand in hand by almost all of the peoples of Indonesian. This is
the only one of first city that has been planned and built from nothing
in Indonesia. The city can be said as a nice gift of the earlier time of
Indonesian independence that is in 1957.



